Kamis, 12 Maret 2026 03:56 WIB waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyapa pegawai Danantara saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Presiden Prabowo mengatakan Danantara memiliki Return on Assets (ROA) yang telah meningkat hingga 300 persen sepanjang tahun 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom

Jakarta (kitainfoin) – Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan presiden di berbagai BUMN untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kebocoran kekayaan negara. Langkah ini diungkapkan Presiden saat memberikan arahan dalam HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut informasi dari kitainfoin,com, Presiden menekankan bahwa BUMN adalah “darah bangsa indonesia” dan pengelolaannya harus dijaga agar tidak menimbulkan kerugian.

“Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” ujar Presiden

Presiden menambahkan bahwa banyak negara kaya pun bisa rugi jika pengawasannya lemah. Oleh karena itu, semua pihak terkait, termasuk Dewan Pengawas, BPK, BPKP, Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI, diminta terlibat aktif dalam pengawasan Danantara dan BUMN

Selain itu. Presiden Prabowo menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik. Ia menyebut kunci keberhasilan manajemen BUMN terletak seluruh bangsa, seluruh rakyat ada di pundak saudara-saudara,” pesan presiden.

Dengan penempatan utusan khusus presiden, pemerintah berharap pengawasan terhdapar BUMN semakin ketat, kinerja lembaga meningkat, dan aset negara tetap aman untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *