Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meneken kerja sama dengan KPK untuk membongkar dugaan korupsi di sektor kesehatan dalam mengatasi harga obat di RI mahal. Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Chaniago meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (alkes) dan obat-obatan diturunkan

“Menurut saya, jika langkah tersebut memang memiliki dasar dan data yang jelas tentu kita dukung. By the way, menurut saya yang harus dilakukan menkes adalah menurunkan pajak alat-alat kesehatan dan obat-obatan,” kata Irma kepada wartawan, Jumat (13/3/2026.

Ketua DPP NasDem ini kemudian merujuk pada biaya pengobatan di Penang, Malaysia, yang lebih murah, Irma meminta pemerintah RI melakukan pemberian stimulus pajak seperti pemerintah Malaysia

“Jika pemerintah ingin biaya berobat sama murahnya dengan ‘Penang’
maka penerimaan wajib memberikan stimulus berupa pajak yang ringan seperti yang dilakukan pemerintah Malaysia. Agar biaya masyarakat berobast bisa terjangkau dan masyarakat indonesia tidak lagi berobat ke penang,” kata irma

Irma juga setuju bila aparat penegak hukum mengusut soal penyebab mahalnya harga obat dan alat kesehatan. “Saya tentu setuju (proses hukum) jika yang membuat harga obat (mahal) karena fraud oknum-oknum terkait dengan produksi atau pun impor obat-obatan,” pungkasnya.

Menkes Duga Obat Mahal karena Korupsi

Diketahuhi, Menkes Budi Gunadi Sadikin menduga mahalnyaharga obat di Indonesia berkaitan dengan potensi Korupsi korupsi sistemik di industri kesehatan. Dia meminta KPK membantu memeriksa persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan Menkes budi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota dan kesepahamam (MoU) antara Kementerian Kesehatan Republok Indonesia dan KPK terkait upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di sektor kesehatan digedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (11/3)

Budi menyampaikan salah satu keluhan yang paling sering dirasakan masyarakat disebutnya adalah harga obat di indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara lain, termasuk Malaysia

“Yang mungkin paling banyak dirasakan masyarakat ya harga obat mahal. Kitas sama Malaysia itu bedanya bisa lebih mahal 3x sampai 5x,” kata Budi dalam sambutannya seperti dikutip KitaHelth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *