Prajurit TNI mengikuti apel gelar pasukan di Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2026). Sebanyak 15.000 personel TNI Kodam Jaya dan instansi terkait mengikuti apel dalam rangka kesiapan pilkada serentak tahun 2026 dan penanggulangan bencana banjir di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta. (kitainfoin.com/AcelToday)

Kitainfoin.com, Jakarta – Beredar dokumen Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berisi instruksi Siaga 1 ke seluruh prajurit. Perintah ini sebagai bentuk antisipasi perkembabngan dan situasi global saat ini, khususnya di Timur Tengah

Telegran dengan nomor TR/283/2026 ditekan oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun, pada 1 Maret 2026. Dalam dokumen tersebut, tertulis bahwa telegram yang tersebar merupakan perintah wajib dilaksanakan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah tidak menyatakan secara tegal perihal telegram tersebut. Namun, ia menyinggung bahwa salah satu amanat undang-undang, TNI wajib melindungi segenap bangsa dari berbagai ancaman.

“Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanakan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adlaah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari ancaman dan ganguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara,” kata dia saat di konfirmasi, Sabru (7/3/2026).

SElain itu dia mengatakan TNI harus pekerja secara profesional dan responsif. Oleh sebab itu TNI harus kesiapsiagaan operasional yang tinggi.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” sambungnya.

Tujuh Instruksi dalam Telegram Panglima TNI

Pertama: Panglima Komando Utama Operasional (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajaean dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) Strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.

Kedua: Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus menerus selama 24jam.

Ketiga: Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan Atase Pertahanan (Athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara indonesia (WNI) bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemlu (Kementrian Luar Negeri), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan otoritas terkait sesuai eskalasi di Timur Tengah.

Keempat: Kodam Jaya/ Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Kelima: satuan Intelijen TNI melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan- kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Keenam: Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan siaga di satuan masing masing

Ketujuh: Laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *